Indonesia merupakan Archipelago atau negara berkepulauan terbesar di
dunia dengan 17.508 pulau. Di ikuti Madagaskar yang menjadi negara
kepulauan terbesar kedua yang secara geografis berada di benua Afrika.
Tak pelak multi budaya dan bahasa pun menambah keelokan negara yang
diapit dua benua ini. Tidak hanya itu, nuansa klasik nan aristokrat
seakan terlukis di negara ini, hingga tak sedikit literatur yang
menggabarkan bahwa Indonesia adalah Antlantis yang hilang. Lain lagi apa
yang dikatakan Cak Nun, bahwa tetesan-tetesan syurga itu bernama Indonesia.
Tapi negeri tetesan syurga kini lama-kelamaan menjadi kubangan keruh
ulah birokrat-birokrat tersesat tak bermartabat. Bagaimana tidak
akhir-akhir ini banyak kejadian lucu mulai dari persepak bolaan yang
tiba-tiba di bekukan, kerusuhan antar agama di Tolikara Papua, nilai
rupiah yang semakin tenggelam, harga sembako yang melambung, korupsi
yang masih terpelihara, insiden moge dengan pesepeda di Jogja hingga
kritikan pasal karet Polantas dan masih banyak lagi.
Masih ada
lagi berita yang paling seru yaitu ancaman cerai (mengundurkan diri dari
jabatan Wapres) JK terhadap Jokowi jika tidak memecat Rizal Ramli yang
baru kemarin diangkat menjadi Menko Maritim. Tidak jelas apa yang
melatar belakangi perseteruan keduanya. Ada yang mengatakan itu adalah
episode lanjutan antara JK dan Rizal pada masa presiden Gus Dur yang
mana JK diganti oleh Rizal Ramli pada kabinet Gus Dur.
Kata lucu
terlihat pantas disematkan pada Indonesia meskipun itu tidak boleh
dipantas-pantaskan apalagi dilucu-lucukan. Bagaimanapun Indonesia,
sejuta kata bangga harus dibumikan dengan harapan dan cinta. Dirgahayu
Indonesia bukan hanya mengibarkan bendera tapi titik balik berkaca untuk
bangkitkan Indonesia. Tak apalah masyarakat hanya bisa menyaksikan tapi
ingat bahwa amanat rakyat harus jadi tujuan.
Ada kutipan menarik dari Abdur, "kalo Pelangi saja bisa menjadi Laskar, maka jangan mau kalo Pelangimu dicakar-cakar".
24 Agustus 2015
#Dirgahayu_Indonesia